Saya menyukai cerita Indah ini ketika Allah Yang maha Akbar, mengharamkan diriNya sendiri sebagai tukang mengadu..let's read, teriring doa Robbi dzidni ilman warzuqni fahman amiin ya Allah..
Ya Allah yg Maha Pengampun, ampun kanlah segala dosa-dosa ku,
Allohumma innaka affuwun tuhibbul afwa fa'fu anni....(many times).
Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.
Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.
Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.
Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."
Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."
Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"
Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."
Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.
Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"
Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."
Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"
Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"
(Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat". Oleh: Kasmuri Selamat M A)
(Finish)
Kamis, 19 Agustus 2010
Jumat, 06 Agustus 2010
LAGU-LAGU JAWA KUNO (TEMBANG ANAK-ANAK) YANG EDUKATIF
LAGU-LAGU JAWA KUNO (TEMBANG ANAK-ANAK) YANG EDUKATIF
SUNGGUH INI ADALAH CATATAN KECIL SAYA, BUKAN KARANGAN SAYA TAPI MERUPAKAN KARYA AGUNG SANG MAESTRO PENDIDIKAN NASIONAL BANGSA KITA, “KI HADISUKATNO”.
Beliau adalah salah satu pejuang pendidikan nasional RI yang juga sejawat dan teman seperjuangan mantan Menteri Pendidikan nasional RI yang pertama, Ki Hajar Dewantara di Perguruan Nasional Tamansiwa, Jokjakarta.
Bila diperkenankan sebenarnya kami hanya hendak mengingatkan salah satu Harta warisan bangsa yg mungkin diperlukan bagi para pendidik terkini sebagai inspirasi Teaching Development Skill in Multi Culture, kami sangat berharap kiranya ada beberapa teman dan pihak-pihak pemerhati pendidikan bangsa berkenan memberikan Koreksi adan pengayaan, matur sembah nuwun.
(awas!!, mohon perhatian..menawi mboten luput tembang2 meniko inggih wonten mantra-mantranipun..but, ampun percados, menawi percados inggih mboten luput, nuwun.:) ...)
*MBAMBANG WIS RAINO
mBambang wis raino, mbambang wis raino,
srengengene muncul sunar sumamburat
cicit cuwit cuwit cicit cuwit cuwit, rame sworo ceh ocehan
krengket gerat geret, krengket gerat geret,
nimbo aning sumur adus gebyar gebyur..
segere gepati segere gepati…
*GUMEGAH
Gumegah gumegah ndang tangi, lah ojok pijer dak tumulih
Cek cekat ceket ditandangi, ndang ndang rampung migunani
*CAH DOLAN
Cah dolan do reneyo, cah dolan do reneyo,
yoa yo podo kumpul pul kumpul,
rame rame wis akeh kancane,
dolanan dewed ewe,
jamuran lepetan, gelungan,
rame re re re re rame rame..
*JARANAN
Jaranan jaranan jarane jaran teji
Sing numpak mas kabehi sing ngiring poro mantra
Jrek jrek nong, jrek jrek nong.sek kesek turut turut..
Buk krincing gedebuk krincin, prok prok gedebuk jeder
*MARDIKO
Nora gampang wong ngadek mardiko..sangune kudu wani
Tan gumantung ing liyan ngadek diri pribadi
Wani korban jiwo rogo lan pati..jer basuki mawa beyoo wis mesthi..
*KSATRIA
Maju kowe cathu, mundur kowe ajuur,
tokne sak balamu ora wedhi suduk an mu,
iki lho dodho satrio iki lo bolo Janoko..
*BIBIS
Bibi marengko wangan
Lajer pari ri ri salunduphan..sondong..sondong
Njogeto koyok bangong..
*ABC
ABC ..DEFG.. HIJ.. KL.. MN.. OP
PQRS..TUVW.. XYZ.. Entek, bali ABC
*SAR SUR
Sar sur kulonan mak mak gemak e retette tak undange retette
Yek kecandha nganggo gawe..hadi mesthi mati ti hadi mesti mati
Tak bedhile mimis wesi.trong trong dung..
*JAMURAN
Jamuran yo gethetok Jamur opo yo gethetok..
*ADUH SIMBAH
Aduh simbah kulo pun mlebet sekolahhh
Konco kulo sampun kathah aduh aduh simbah
kulo sampun mboten wegah..sak ben eenjing..mangkat sekolah..
(still far away from the completeness, so we are waiting for any additions, tq)

Sekolah Taman Siswa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan beliau bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Prinsip dasar dalam sekolah/pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru adalah:
• Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan kita/guru memberi contoh kepada murid)
• Ing Madya Mangun Karso (di tengah-tengah murid kita/guru membangun prakarsa dan bekerja sama dengan mereka)
• Tut Wuri Handayani (dan dari belakang kita/guru memberi daya-semangat dan dorongan bagi murid).
Ketiga prinsip ini digabung menjadi satu rangkaian/ungkapan utuh: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, yang sampai sekarang masih tetap dipakai sebagai panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Dr Zulkarnain, EdD (Ki Zulkarnain, Pamong Tamansiswa Majelis Cabang Surabaya th 1987-1997, cc KI Alm. I Putu Putra dan Nyi HJ Dahlia Harahap BA, Pamong Tamansiswa Majelis Cabang Binjai th 1997-1999, cc Alm. Ki Suharto, anggota PKBTS th 1976 hingga saat ini)
SUNGGUH INI ADALAH CATATAN KECIL SAYA, BUKAN KARANGAN SAYA TAPI MERUPAKAN KARYA AGUNG SANG MAESTRO PENDIDIKAN NASIONAL BANGSA KITA, “KI HADISUKATNO”.
Beliau adalah salah satu pejuang pendidikan nasional RI yang juga sejawat dan teman seperjuangan mantan Menteri Pendidikan nasional RI yang pertama, Ki Hajar Dewantara di Perguruan Nasional Tamansiwa, Jokjakarta.
Bila diperkenankan sebenarnya kami hanya hendak mengingatkan salah satu Harta warisan bangsa yg mungkin diperlukan bagi para pendidik terkini sebagai inspirasi Teaching Development Skill in Multi Culture, kami sangat berharap kiranya ada beberapa teman dan pihak-pihak pemerhati pendidikan bangsa berkenan memberikan Koreksi adan pengayaan, matur sembah nuwun.
(awas!!, mohon perhatian..menawi mboten luput tembang2 meniko inggih wonten mantra-mantranipun..but, ampun percados, menawi percados inggih mboten luput, nuwun.:) ...)
*MBAMBANG WIS RAINO
mBambang wis raino, mbambang wis raino,
srengengene muncul sunar sumamburat
cicit cuwit cuwit cicit cuwit cuwit, rame sworo ceh ocehan
krengket gerat geret, krengket gerat geret,
nimbo aning sumur adus gebyar gebyur..
segere gepati segere gepati…
*GUMEGAH
Gumegah gumegah ndang tangi, lah ojok pijer dak tumulih
Cek cekat ceket ditandangi, ndang ndang rampung migunani
*CAH DOLAN
Cah dolan do reneyo, cah dolan do reneyo,
yoa yo podo kumpul pul kumpul,
rame rame wis akeh kancane,
dolanan dewed ewe,
jamuran lepetan, gelungan,
rame re re re re rame rame..
*JARANAN
Jaranan jaranan jarane jaran teji
Sing numpak mas kabehi sing ngiring poro mantra
Jrek jrek nong, jrek jrek nong.sek kesek turut turut..
Buk krincing gedebuk krincin, prok prok gedebuk jeder
*MARDIKO
Nora gampang wong ngadek mardiko..sangune kudu wani
Tan gumantung ing liyan ngadek diri pribadi
Wani korban jiwo rogo lan pati..jer basuki mawa beyoo wis mesthi..
*KSATRIA
Maju kowe cathu, mundur kowe ajuur,
tokne sak balamu ora wedhi suduk an mu,
iki lho dodho satrio iki lo bolo Janoko..
*BIBIS
Bibi marengko wangan
Lajer pari ri ri salunduphan..sondong..sondong
Njogeto koyok bangong..
*ABC
ABC ..DEFG.. HIJ.. KL.. MN.. OP
PQRS..TUVW.. XYZ.. Entek, bali ABC
*SAR SUR
Sar sur kulonan mak mak gemak e retette tak undange retette
Yek kecandha nganggo gawe..hadi mesthi mati ti hadi mesti mati
Tak bedhile mimis wesi.trong trong dung..
*JAMURAN
Jamuran yo gethetok Jamur opo yo gethetok..
*ADUH SIMBAH
Aduh simbah kulo pun mlebet sekolahhh
Konco kulo sampun kathah aduh aduh simbah
kulo sampun mboten wegah..sak ben eenjing..mangkat sekolah..
(still far away from the completeness, so we are waiting for any additions, tq)

Sekolah Taman Siswa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan beliau bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Prinsip dasar dalam sekolah/pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru adalah:
• Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan kita/guru memberi contoh kepada murid)
• Ing Madya Mangun Karso (di tengah-tengah murid kita/guru membangun prakarsa dan bekerja sama dengan mereka)
• Tut Wuri Handayani (dan dari belakang kita/guru memberi daya-semangat dan dorongan bagi murid).
Ketiga prinsip ini digabung menjadi satu rangkaian/ungkapan utuh: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, yang sampai sekarang masih tetap dipakai sebagai panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Dr Zulkarnain, EdD (Ki Zulkarnain, Pamong Tamansiswa Majelis Cabang Surabaya th 1987-1997, cc KI Alm. I Putu Putra dan Nyi HJ Dahlia Harahap BA, Pamong Tamansiswa Majelis Cabang Binjai th 1997-1999, cc Alm. Ki Suharto, anggota PKBTS th 1976 hingga saat ini)
Selasa, 03 Agustus 2010
JOURNAL to KEPSEK
Assalamu'alaikum wr.wb
Bismillahirrohmanirrohiim
Ada cerita tentang seorang KepSek, suatu saat ketka saya sedang berbincang-bincang dengan seorang Ketua Yayasan ditempat saya sedang bekerja, tepatnya di halaman sekolah. Datang seorang anak buah sang ketua Yayasan, KepSek. Si KepSek datang menyapa hormat sang ketua Yayasan dan menjabat tangan Ketua Yayasan dengan penuh rasa hormat..sementara kepada saya sama sekali tidak, alias dikacangin :) hehehe Saya pun InsyaAllah tidak gila hormat, cuman saya agak sedikit merasa lucu saja sama diri saya sendiri, kenapa hal seremeh ini saya harus jengkel dan sakit hati, :P
Agar supaya rasa sakit hati ini segera hilang, saya ungkapkan langsung kepada sang Ketua Yayasan, rupanya benar, langsung merasa dirinya juga baru menyadari adegan janggal sesaat ini, dengan penuh rasa kaget dan khas gaya seorang ketua Yayasan yang sangat bijaksana, beliau berkata kepada saya, "..Wah bila sikap KepSek kita begitu..nanti akan saya tegur pak KepSek kita.."
saya pun tersenyum dan berpikir kenapa harus ditegur, saya toh bukan pejabat atau siapa-siapa, saya hanyalah seorang seseorang yang usianya lebih tua daripada si KepSek ini..dan saya memamng sedang di sewa (hire) oleh yayasa untuk turut serta mengembangkan penerapan BILINGUAL dalam kapasitas saya di sekolah yg sedang dipimpin si KepSek tadi..:)
Bahkan saya pun punya tugas untuk memberikan arahan (Lecturing) baik kepada Guru-guru dan siswa yang dipimpin si KepSek, termasuk yaa si KepSek itu juga. Well..well masih ada ya Kepsek spt ini di jaman yg sudah sangat maju ini...:P
Saya akan sampaikan kepada Board Yayasan termasuk owner, untuk tidak usah memberi teguran, gak perlu ditegur KepSek model begituan, ijinkan saja saya sebagai Consultant utuk menJOURNAL setiap kelayakan tingkah laku KepSek, dari dan sampai saat yg ditentukan, seraya berdoa mudah2 mudahan akan terjadi progress yg fluktuatif dan akhirnya menjadikan kebaikan bg seorang KEPSEK...:) kesemuanya nanti akan merupakan Laporan Hasil kerja saya (included..:)...)
Sorry, sungguh bukan merupakan suatu maksud merendahkan siapapun, saya sendiri juga sedang terus-menerus mempelajari setiap keadaan, bahkan mengkontrol diri dan siapapun yg berada disekitar saya, semua ini demi kebaikan, saya pun bukan tdk pernah mendapat tugas berat seperti pak Kepsek tadi, dahulu (kala) di medan pun saya pernah kow mendapat tugas sebagai Pembantu rektor 3 bahkan Rektor sebuah Universitas besar, PERBANAS atau dulu namanya UNIVERSITAS TRIKARYA, Medan. Dulu tapi, ketika itu saya pun diawasi dengan cermat oleh Mahasiswa2 saya, para staf saya, Ketua dan Dewan Badan Pembina Harian, cc Soeryatmono, SH., MM, bahkan ketua Yayasan, cc dr. I Nyoman E.L,M.Kes,AIFM dan pemilknya sekalipun, cc Prof DR Janius Jamin, SH.. ..hehehehe sharing pengalaman ..sekarang dah tua dan gak laku hehehehe...
ViVAT ALMAMATER, VIVAT ACADEMIA, VIVAT PROFESSORE, NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS....
Good luck everybody..!
medioaugust3-3-2010alazharsyifabudibali, Zulkarnain,EdD(C)
Bismillahirrohmanirrohiim
Ada cerita tentang seorang KepSek, suatu saat ketka saya sedang berbincang-bincang dengan seorang Ketua Yayasan ditempat saya sedang bekerja, tepatnya di halaman sekolah. Datang seorang anak buah sang ketua Yayasan, KepSek. Si KepSek datang menyapa hormat sang ketua Yayasan dan menjabat tangan Ketua Yayasan dengan penuh rasa hormat..sementara kepada saya sama sekali tidak, alias dikacangin :) hehehe Saya pun InsyaAllah tidak gila hormat, cuman saya agak sedikit merasa lucu saja sama diri saya sendiri, kenapa hal seremeh ini saya harus jengkel dan sakit hati, :P
Agar supaya rasa sakit hati ini segera hilang, saya ungkapkan langsung kepada sang Ketua Yayasan, rupanya benar, langsung merasa dirinya juga baru menyadari adegan janggal sesaat ini, dengan penuh rasa kaget dan khas gaya seorang ketua Yayasan yang sangat bijaksana, beliau berkata kepada saya, "..Wah bila sikap KepSek kita begitu..nanti akan saya tegur pak KepSek kita.."
saya pun tersenyum dan berpikir kenapa harus ditegur, saya toh bukan pejabat atau siapa-siapa, saya hanyalah seorang seseorang yang usianya lebih tua daripada si KepSek ini..dan saya memamng sedang di sewa (hire) oleh yayasa untuk turut serta mengembangkan penerapan BILINGUAL dalam kapasitas saya di sekolah yg sedang dipimpin si KepSek tadi..:)
Bahkan saya pun punya tugas untuk memberikan arahan (Lecturing) baik kepada Guru-guru dan siswa yang dipimpin si KepSek, termasuk yaa si KepSek itu juga. Well..well masih ada ya Kepsek spt ini di jaman yg sudah sangat maju ini...:P
Saya akan sampaikan kepada Board Yayasan termasuk owner, untuk tidak usah memberi teguran, gak perlu ditegur KepSek model begituan, ijinkan saja saya sebagai Consultant utuk menJOURNAL setiap kelayakan tingkah laku KepSek, dari dan sampai saat yg ditentukan, seraya berdoa mudah2 mudahan akan terjadi progress yg fluktuatif dan akhirnya menjadikan kebaikan bg seorang KEPSEK...:) kesemuanya nanti akan merupakan Laporan Hasil kerja saya (included..:)...)
Sorry, sungguh bukan merupakan suatu maksud merendahkan siapapun, saya sendiri juga sedang terus-menerus mempelajari setiap keadaan, bahkan mengkontrol diri dan siapapun yg berada disekitar saya, semua ini demi kebaikan, saya pun bukan tdk pernah mendapat tugas berat seperti pak Kepsek tadi, dahulu (kala) di medan pun saya pernah kow mendapat tugas sebagai Pembantu rektor 3 bahkan Rektor sebuah Universitas besar, PERBANAS atau dulu namanya UNIVERSITAS TRIKARYA, Medan. Dulu tapi, ketika itu saya pun diawasi dengan cermat oleh Mahasiswa2 saya, para staf saya, Ketua dan Dewan Badan Pembina Harian, cc Soeryatmono, SH., MM, bahkan ketua Yayasan, cc dr. I Nyoman E.L,M.Kes,AIFM dan pemilknya sekalipun, cc Prof DR Janius Jamin, SH.. ..hehehehe sharing pengalaman ..sekarang dah tua dan gak laku hehehehe...
ViVAT ALMAMATER, VIVAT ACADEMIA, VIVAT PROFESSORE, NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS....
Good luck everybody..!
medioaugust3-3-2010alazharsyifabudibali, Zulkarnain,EdD(C)
Sabtu, 31 Juli 2010
HOW TO TEACH EFFECTIVELY
Mengajar sebenarnya bukanlah hanya untuk sekedar menyampaikan materi baru dan selesai sampai disitu, dalam cara pandang yg terkini adalah bagaimana caranya kita dapat membuat moment belajar/ learning event terjadi pada diri siswa atau student itu sendiri..
Berikut adalah contoh sederhana menagajar yang akhirnya akan merupakan strategi pembelajaran yang mengkaitkan teori dengan praktek:
*Show and Tell, tampilkan dan ceritakan, strategi ini dengan asumsi bahwa jika siswa dapat menjelaskan suatu konsep kepada yang lain maka ia telah memahami konsep tersebut. Strategi ini diawali dengan pembuktian berupa demonstrasi yang dilanjutkan dengan penjelasan akan konsep tersebut.
* Case Study, study kasus : dalam upaya untuk membawa situasi nyata kedalam kelas. Persyaratannya adalah: kasus yang diangkat adalah kasus nyata atau real , bukan kasus ilustratif.
* Flowchart Technique, Teknik Diagram Alur: semacam mind map untuk memperkenalkan atau memperdalam logika atau sistematika suatu konsep atau mengorganisasikan suatu pemikiran siswa terhadap suatu konsep tertentu secara sistematis dan terorgaisir dengan logis.
* Brainstorming, Curah Pendapat : bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kreatifitas ide.
* Software Pembelajaran : pada saat tertentu dapat pula digunakan software pembelajaran tertentu yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri atau meningkatkan efisiensi pembelajaran.
* Lembar Umpan Balik : upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui perolehan feedback dari siswa.
Semua strategi diatas tentu saja dapat dikombinasikan atau digunakan secara tunggal sesuai dengan konteks dan tujuan pembelajaran yang diinginkan.
English Lesson Plans
should we make the Plans for our English lessons?, well here is an example for that..:)
http://www.newsflashenglish.com/files/materials/pdf/jadore-blackpool-chuck.pdf
http://www.newsflashenglish.com/files/materials/pdf/jadore-blackpool-chuck.pdf
Senin, 28 Juni 2010
ENGLISH COURSE FOR LAWYERS

July 16, 2009, Prof.DR.Mariam Darus SH invited DR Zulkarnain, SH, MEd, EdD to her Institutions, they then made cooperation in planning establishment of an ENGLISH COURSE FOR LAWYERS with the
Objective is to achieve a goal as International Lawyer.
This work was done in the University of Sumatera Utara and in Mariam Darus Jakarta Office at Menara Kuningan Fl. 7, Suite 7E-F Jl. HR Rasuna Said Kav. 5 Jakarta 12940 Indonesia.
Right before Lebaran in 2009, at Jl Prof T. Zulkarnain, USU, Medan, the residence of Prof DR Mariam Darus, DR Zulkarnain completed and presented all designs and curriculums of English Law School to Prof Mariam Darus, herself.
And now in Jakarta, under supervision of mariamdaruscenter (www.mariamdaruscenter.com)
it’s already opened, MARIAM DARUS LEGAL TRAINING AND EDUCATION, “ENGLISH COURSE FOR LAWYERS”
ENGLISH COURSE FOR LAWYERS
Objective: to achieve a goal as International Lawyer
COURSE DESCRIPTION
The course aims to introduce law school fresh graduates, newly qualified lawyers, civil servants and other professionals to the special English used in different legal contexts, while providing overviews of the Indonesian Civil Law and English Common Law legal systems. Course participants will work on improving their knowledge and writing skills through practical exercises, which will include reading and discussion of cases and drafting of documents. Teaching materials will include authentic legal texts, and case law articles. Understanding and use of legal vocabulary will be systematically developed throughout the sessions, supported by homework assignments. In addition, participants will be introduced to useful reference works and other resources, including the internet, to support their ongoing learning after the course. The course will consist of four (4) block sessions with a written exam of one and a half hours in the last session.
PARTICIPANTS
Lawyers and other professionals (e.g. in law firms, state institutions and the in-house lawyers), who have, or will soon have, to use English for legal purposes, are encouraged to apply. There will be an entrance test before the course to assess candidates’ English proficiency level.
COURSE REQUIREMENTS
Participants should have a good knowledge of general English They should be prepared to do homework and to participate actively so as to obtain maximum benefit from the course.
COURSE CONTENTS
The Practice of Law
Contract & Business Law
Cotracts Drafting
Company Law
CERTIFICATES
Participants who successfully complete the course will receive a certificate indicating the grade (distinction, merit, or pass) they received for the test.
COURSE INSTRUCTORS
• Prof.DR.Mariam Darus SH
Expert in Civil Law
• SQ Riza,SH,
Attorney-at-Law, LL.M (Hull, England)
Practitioner in General Corporate Law
• Hamud Balfas,SH,
Attorney at Law, LL.M (Boston, USA)., Practitioner in Capital Market Law
• Benny Suyudono,SH,
Attorney-at-Law,LL.M(Harvard,USA) Practitioner in Banking Law
• DR.Zulkarnain Sidabutar SH
Expert in English language (Georgetown University of USA)
• Kitty Sugondo Krama Dibrata SH,
Attorney-at-Law
COURSE DATES
Saturday, 7. November 09.00 – 16.30 h
Saturday, 14 November 09.00 – 16.30 h
Saturday, 21 November 09.00 – 16.30 h
Saturday, 28 November 09.00 – 16.30 h
Saturday,5 Desember 09.00 – 16.30 h
Saturday,12 Desember 09.00 – 16.30 h
COURSE APPROACH
The course focuses on activating reading and speaking skills through cooperative task-based work in pairs or small groups. There are opportunities for more individual work, for example in preparing and giving a short talk. Participants are expected to do a certain amount of individual study.
COURSE FEE
Rp.2.000.000./two million rupiah /person ,without registration fee.
FACILITIES
Coursematerials,certificate,snacks,lunch,air conditioningroom
VENUE
Class Room ,Unit 01-05,
Apartment Semanggi,
Jalan Gatot Subroto, Kav 53 B,
Jakarta 10260
REGISTRATION AND ENQUIRIES
Ms.Welly - Registrar
Mariam Darus & Partners
Menara Kuningan, Fl. 7, Suite 7E-F
Jl.HR Rasuna Said Block X7 Kav.5
Jakarta 12940
Telp : (021) 30040134
Fax : (021) 30040157
Email : mariam@daruslaw.com
Please complete this form in full using CAPITAL LETTERS. Fax or mail your completed form to the address above.
Rabu, 16 Juni 2010
Children Learn What They Live

Children Learn What They Live
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.
If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Biography
Dorothy Law Nolte, Ph.D. is a lifelong teacher and lecturer on family life education, and is the author of the poem "Children Learn What They Live," which has been translated into 20 languages and is used the world over by parents and educators. The mother of three, grandmother of three, and great grandmother of five, she lives and works in southern California.
Rachel Harris, L.C.S.W., Ph.D., is a psychotherapist who completed postgraduate training in family therapy and parenting education. She lives with her teenage daughter in Princeton, New Jersey. Rachel has know Dorothy Law Nolte for almost 30 years as teaching associates and co-workers.
Dr Zul's collection.
Langganan:
Postingan (Atom)