Sabtu, 14 Maret 2009

SHE'S GONE 2


She's gone...

Dulu kita berduaan, saling menyaksikan kini kau tiada
tinggal ku sengsara…hujan renai semalaman
tidak kuhiraukan, namun ku terdengar beduk bersahutan
gerimis pun reda angin syahdu bawa berita
kau telah tiada lagi pulang kehadiratNYA.
tiada dapat kulihat dan dengar lagi wajah
dan kata terakhirmu... kumeratap pilu............

segalanya bagaikan impian yang ternyata
kita benar... keteguhan cinta suci abadi
semuanya segera mendapat mimpi indah
kita berdua menuju gemilang asmara...asmara

kiranya ku diberi sehari bersamamu kaupun buka kembali hatiku, kiranya kudiam tak meninggalkan
dirimu sendiri tak mungkin khan begini... menyesali kesalahanku, namun rindu perasaanku selalu hu hu hu
kau didalam emosi ini dan perasaanku seolah tak mengerti
kau didalam emosi ini.....terbaring menangis ku mengenangkan mu kiranya ku kembali. sambutlah diriku peluklah daku
ampunilah diriku……

gerimis pun reda angin syahdu bawa berita kau telah tiada lagi pulang kehadratNya tiada dapat kulihat dan dengar lagi wajah dan kata terakhirmu kumeratap pilu............

to my special one, Nenek Andungku sayang...

HJ NURMAWA PULUNGAN in heaven, rest in peace...

(these song clips popularized by Sheila Majid and rewritten by Zul dedicated to his Grandma, Hj Nurmawa Pulungan or Nenek Andungnya yang tersayang, March 2, 2009)

For her living since I was born up to now he was nowhere and no more,
Ikhlas Ompung….ikhlas….ikhlas……
You, your spirit, your attitude, your words, your wise-words, all of your advices insya Allah will always be stated in me, deep in my heart, just wait…till I shall be with you again one day,
We shall always miss you…
Allahummagfirlaha warhamha wa’fuanha…..

Your grandson, Izul and all.

Surely, for Allah was what he took, and for Him is what He gave, and with Him there is a time appointed for everyone. So be patient and be rewarded. (Bukhori & Muslim)

SHE'S GONE


Pada hari Senin pagi tanggal 2 Februari 2009 pukul 01.20
di Bandung telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang
Nenek (Ompung Boru), Ibu, Ibu Mertua,
Nantulang kami yang tercinta dan terkasih,

Hj Nurmawa Pulungan bt Raja Gandoan Pulungan.

Semoga almarhumah diterima seluruh amalnya serta diberi tempat yang baik disisi Allah SWT yang Maha Kuasa.
Mohon keikhlasan hati anda semua untuk berkenan memaafkan segala kekhilafan Almarhumah semasa hayatnya.
Atas kesediaan anda semua memberi maaf serta memanjatkan do’a bagi Almarhumah, kami seluruh keluarga yang ditinggalkan menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
Semoga amal shaleh anda semua mendapat limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT Yang Maha Kuasa, yang Maha Mendengar
dan Maha Mengetahui.

Kami yang berduka cita :
Anak-anak dan menantu:

- Fachruddin Harahap, SmHk & keluarga (Medan)
- Hj. Dahlia Harahap, BA & H. Bambang Setiono sekeluarga (Surabaya)
- (Alm) Dr H. Rusli Efendi Harahap & Drg Hj. Rita Agustina Lubis sekeluarga (Panyabungan)
- Drg. Hj. Nurhayati Harahap & Dr H. Mansur Sinuhaji karo-karo sekeluarga (Medan)
- Todung Mulya Harahap & Nurhafni Tampubolon sekeluarga (Langsa)
- Hj. Dumasari Harahap & H. Harjunadi sekeluarga (Bandung)
- Drs H. M Arifin Harahap & Dr Hj. Suty Nasution, SpoG (Medan)

Cucu-cucu:
●DR Zulkarnain Sidabutar, SH, EdD●Dr Ade Surya Sinuhaji●Keluarga Sri Mulyani Harahap
●Keluarga Aulia Rachman Harahap●Keluarga Rohayani Harahap●Keluarga Nashrudin Setiawan Siregar, SE
●Keluarga Novi Harahap

●Leni Harahap ●Nirwan Arief Siregar●Herman Harahap ●Erli Harahap ●(alm) Haris Maulana Harahap ●Abd Rozak Harahap ●Imron Harahap ●Anggi Harahap ●Rosa Harahap ●Tya Nabila Harahap ●M Asrori Harahap ●Bukhori Sinuhaji●Khairunisa Sinuhaji●Aisya Ramadhani●Dewi Sinuhaji

Cicit-cicit:
●Taufiq Bhaskoro Sidabutar●Agung Pratama Siregar●Sakirah Harahap●Siti Harahap●dll.
With compliments and great respect I dedicate this Yasiin handbook (Translated in three languages: Arabic, Dutch and English) on behalf my only lovable and the very beautiful grandmother (for those who wishes to belong... can ask me at zulenglish@gmail.com )

Hj Nurmawa Pulungan bt Raja Gandoan Pulungan.

For her living since I was born up to now he was nowhere and no more,
Ikhlas Ompung….ikhlas….ikhlas……
You, your spirit, your attitude, your words, your wise-words, all of your advices insya Allah will always be stated in me, deep in my heart, just wait…till I shall be with you again one day,
We shall always miss you…
Allahummagfirlaha warhamha wa’fuanha…..
Teriring Sholawat dan Salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw.. beserta seluruh keluarga beliau..

Your grandson, Izul and all.
Surely, for Allah was what he took, and for Him is what He gave, and with Him there is a time appointed for everyone. So be patient and be rewarded. (Bukhori & Muslim)

Rabu, 25 Februari 2009

MOTIVATION 2

MOTIVATION II

BY ZUL

I don’t know, I still like reading some motivation phrases these days

Such as follows:

-Be what you are capable of becoming...Dr Zulkarnain..

-Apapun yang terjadi, jangan pernah kehilangan
pegangan atas dua tali kehidupan utama: Harapan dan Keyakinan...n.n..

-Tidak ada hal apapun yang paling baik atau buruk,
melainkan pemikiran yang menjadikannya demikian...W. Shakespeare..

-Sebelum anda mencoba Anda tidak tahu apa yang akan Anda lakukan...Dr Henry James..

-Ingat kebahagiaan tidak tergantung pada siapa
diri Anda atau apa yang Anda miliki, ini semata-mata
bergantung pada apa yang anda pikirkan...Dr Dale Carnegie..

-Harapkan kemenangan dan Anda membuat kemenangan
...Dr Preston Bradley..

-Dari segala hal yang Anda pakai,
ekspresi wajah andalah
yang paling penting...Dr Janet Lane..

-Spiritual force is stronger than any material
force that thought rule the world...Dr Zulkarnain..

-Orang yang tidak bisa melayani...
tidak bisa memerintah...Dr John Florint....

-Kalau Anda baik kepada orang lain maka
Anda paling baik kepada diri sendiri...Dr Luis L. Mann....

Senin, 23 Februari 2009

MOTIVATION

Sambil menunggu kehadiran para students saya yang terhormat dari fisip USU, di canteen Magister Studi Pembangunan, saya mencoba membolak balik beberapa halaman tulisan DR Jhon Maxwell: ada beberapa yg menarik hati saya pagi ini:

-Jika ada hal apapun yang lebih baik daripada dikasihi, itu adalah mengasihi.

-Kasihilah semua orang, Percayalah pada sedikit orang saja, dan Jangan lakukan kesalahan pada seorang pun juga.

-No man is an island..by John Donne

-Semakin kaya sahabat anda, semakin banyak biaya yang harus Anda keluarkan..by Elisabeth Marbury

-Jika anda ingin bertumbuh, tumbuhlah. Bergaullah dengan orang-orang yang telah mencapai sesuatu yang lebih dari yang anda capai dan tirulahpertumbuhan yang Anda inginkan....by John Maxwell

-Seorang sahabat dapat membantu anda hal-hal yang Anda tidak ingin ketahui...by Frances Word Weller

-Sedapat-dapatnya jadilah lebih bijaksana daripada orang lain, tetapi........janganlah menyuruh mereka melakukan hal yang sama....Lord Cestherfield

-kadang-kadang memenangkan suatu pertarungan berakibat lebih buruk daripada jika Anda kalah.....by Billie Holiday

Minggu, 01 Februari 2009

refresh


Dalam suatu acara pelatihan guru-guru berbakat di sebuah universitas belakangan ini, penulis mendapatkan sebuah pernyataan yang lumayan harus mulai direfresh kembali, baik untuk kami sendiri maupun untuk semua kawan-kawan guru, dosen atau tutor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa-siwa dan para mahasiswa kita yang kita cintai.


Pernyataan itu adalah: betapa sulitnya saat ini bagi beberapa kawan guru dalam mengajar, dimana kesulitan yang mereka katakan adalah anak-anak siswa kita ini sudah sulit diajar sekarang, banyak rewelnya lah atau terlalu kritis tanpa mau memikirkan efek dari kekritisan mereka tersebut kedepannya nanti. Bahkan sering tingkah laku dan cara respon anak-anak sekarang cenderung mematahkan teaching-plans yg sudah dipersiapkan.


Saya sih bukan manusia yang serba tahu, namun memang pernah lumayan banyak tahu situasi pengajaran, bmbingan dan pelatihan, jangan marah bila saya jadi teringat disuatu saat saya pernah nonton sebuah acara sirkus di kota Surabaya waktu itu. Saya benar-benar terkesima menyaksikan betapa pandai-pandai nya para binatang itu dalam melakukan ketrampilan bersirkus mereka, ada si monyet, si singa, si harimau, si beruang, si kuda, si gajah dan lain-lain. Dan yang juga sangat memukau saya adalah ketrampilan para animal tamer/ penjinak hewan/ pawangnya dalam menuntun mereka para binatang untuk trampil bersirkus, hmmm..mulai dari angkat tangan..bertepuk..kasih kode….menyalami sampai berakting dan bila telah selesai para binatang tersebut melakukan tugas mereka..sang pawang dengan sangat baik hatinya memberikan mereka permen atau makanan kecil kesukaan para binatang tersebut sebagai reward atau hadiah kali ya….well menurut saya sih ini adalah salah satu bentuk pelatihan, pembelajaran dan pendidikan lah bagi para binatang tersebut yang notabene mereka khan gak punya perasaan dan kemampuan berpikir layaknya manusia atau anak-anak siswa kita…wow dari mana mereka belajar melatih binatang-binatang tersebut?


Pake methode pedagogic kah atau…hehehehhehe bukannya nyinggung sih, tetapi seperti saya katakan diatas tadi refresh…..


Let’s refresh our knowledge with some innovative and up to date methods of teaching.


Metode mengajar yang seperti apakah yang paling efektif? Jawabannya tergantung pada anak-anak yang ada di kelas. Beberapa anak bisa dan suka sekali mendengarkan dan belajar. Sementara anak-anak yang lain lebih bisa belajar dengan cara langsung mempraktikkannya. Beberapa anak lainnya bisa belajar dengan baik melalui cara-cara mereka sendiri. Sementara ada anak-anak yang lain lagi yang perlu interaksi dalam kelompok supaya bisa belajar. Teknik mengajar berikut ini mungkin bisa memberi Anda ide-ide untuk memanfaatkan sumber-sumber di sekitar yang bisa Anda gunakan di kelas Anda.


Gunakan pendekatan aktif dan pasif secara bergantian. Misalnya, Anda bisa memulainya dengan "Brain Teasers" (pemanasan). Anda bisa memulai dengan pelan-pelan menyebutkan semua ciptaan Tuhan. Lanjutkan dengan cerita-cerita agamis di mana anak-anak mendengarkan dengan tenang dan menjawab pertanyaan. Anda bisa menggunakan permainan untuk membantu anak-anak mempelajari beberapa pesan moral hafalan. Pendekatan ini bisa dirancang terlebih dahulu dan membantu mencegah kebosanan.


Gunakan tempat terbuka. Anak-anak menyukai kegiatan di luar ruangan. Anda bisa mengajarkan tentang kehidupan pada zaman dunia ini dulu belum berbentuk seperti ini.
Bagi binatang yang tidak punya perasaan dan daya pikir selayak manusia saja bisa koq, mereka hanya mematuhi apa yang dilatih oleh pawang mereka, mereka bahkan tidak membantah…
Gunakan musik. Ajaklah pemain gitar, piano, atau keyboard untuk memimpin sebuah lagu ttg penghargaan yang akan membantu anak-anak mempelajari kembali pendidikan moral. Beranikan diri dan pimpinlah sendiri kegiatan ini.


Gunakan seni. Anak-anak senang mengekspresikan diri mereka sendiri. Pilihlah suatu kegiatan yang bisa mereka kerjakan sendiri atau yang membutuhkan sedikit pengawasan untuk membangun percaya diri mereka. Mereka bisa membuat suatu gambar yang menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka bisa mewarnai gambar atau menulis kalimat indah yang bersifat hafalan di kertas tertentu dengan menggunakan tinta dan stik.


Gunakan pengulangan. Dengan memberi kesempatan mengulang, kita akan memberi kesempatan mereka untuk mengkaji ulang pemahaman mereka terdahulu.
Percayalah kawan..sedangkan binatang aja bisa diajari, masak sih manusia enggak….
Kalau tidak dapat otaknya..gunakan perasaannya kalau perasaannya juga enggak beres, gunakan perasaan kita untuk dapat memahaminya, maka insya Allah masih banyak cara dapat kita berikan pada mereka….


Selamat berefresh..

Sabtu, 31 Januari 2009

MOTIVATION


Motivation
Well under the heat of sunlight, sometimes we need motivation to make us stronger facing the unexpected conditions these days, here as follow special for you:

*Happiness
We convince ourselves that life will be better after we get married, have a baby, then another. Then we are frustrated that the kids aren't old enough and we'll be more content when they are. After that, we're frustrated that we have teenagers to deal with. We will certainly be happy when they are out of that stage. We tell ourselves that our life will be complete when our spouse gets his or her act together, when we get a nicer car, are able to go on a nice vacation, when we retire. The truth is, there's no better time to be happy than right now. If not now, when? Your life will always be filled with challenges. It's best to admit this to yourself and decide to be happy anyway. One of my favorite quotes comes from Alfred D Souza. He said, "For a long time it had seemed to me that life was about to begin - real life. But there was always some obstacle in the way, Something to be gotten through first, some unfinished business, time still to be served, or a debt to be paid. Then life would begin. At last it dawned on me that these obstacles were my "life". This perspective has helped me to see that there is no way to happiness. Happiness is the way. So, treasure every moment that you have and treasure it more because you shared it with someone special, special enough to spend your time...and remember that time waits for no one. So, stop waiting until you finish school, until you go back to school, until you lose ten pounds, until you gain ten pounds, until you have kids, until your kids leave the house, until you start work, until you retire, until you get married, until you get divorced, until Friday night, until Sunday morning, until you get a new car or home, until your car or home is paid off, until spring, until summer, until fall, until winter, until you are off welfare, until the first or fifteenth, until your song comes on, until you've had a drink, until you've sobered up, until you die, until you are born again to decide that there is no better time than right now to be happy. Happiness is a journey, not a destination.

*Whoever said you can't buy happiness forgot about puppies." -- Gene Hill

*Happiness lives for those who cry, those who hurt, those who have searched, and those who tried, for only they can appreciate the importance of people who have touched their lives.

*The happiest of people don't necessarily have the best of everything; they just make the most of everything that comes along their way.

*Happiness comes through doors you didn't even know you left open.

*May you have enough happiness to make you sweet, enough trials to make you strong, enough sorrow to keep you human, enough hope to make you happy, and enough money to buy gifts!!

*When one door of happiness closes, another opens but often we look so long at the closed door that we don't see the one which has been opened for us.

*Recipe For Happiness
2 Heaping cups of patience
1 Heart full of love

2 Hands full of generosityDash of laughter

1 Head full of understanding

Sprinkle generously with kindness

Add plenty of faith and mix well.

Spread over a period of a lifetime

And serve everyone you meet.

Senin, 26 Januari 2009

muatan lokal..?


Disuatu pagi yang cerah dan tenang, hangat dan penuh kedamaian, saya sedang berada di kantor Bapak-bapak Kepala yang keduanya adalah sahabat-sahabat saya, mereka adalah Bp Sukardi, Kepala SMK Ar-Rachman, Medan dan Mr Martias, Kepala SMA Ar-Rachman, Medan juga. Kedua pribadi ini adalah juga orang-orang kepercayaan Prof Janius Jamin, yang mantan Rektor UNIMED (bagi kalangan Edukator Medan, Aceh dan SUMUT beliau ini cukup popular), dan keduanya adalah orang kepercayaan beliau dalam menjalankan manajemen pendidikan sekolah tingkat lanjutan. Well, kata orang Inggris “…it must be something that is very challenging for me having chances chatting with them friendly, usefully and cooperatively…”.
Sebenarnya awal pembicaraan hangat dan asik bagi saya ini adalah seputar persiapan menghadapi Ujian Akhir Nasional bagi siswa-siswi kami, baik SMA maupun SMK, artinya sudah sejauh mana kesiapan mereka dan upaya apa-apa saja yang harus kita lakukan demi berhasilnya nanti kita para guru dalam membantu para siswa di Ujian Nasional nanti. Saya hanya berupaya mengingatkan sahabat-sahabat saya tentang tidak bolehnya kita meremehkan mata pelajaran dengan muatan lokal yang nota bene tidak merupakan mata pelajaran yang diujikan pada UAN nantinya. Beberapa masukan diantara beliau adalah betapa prihatinnya kami dapati anak-anak siswa kami sendiri tampaknya sangat minim akan pengetahuan global seperti nama ibukota diberbagai propinsi, peta buta, budi pekerti, nama hasil-hasil pertambangan bangsa Indonesia dan lain-lain. Kami semakin asik berbicara ketika kami pun mulai saling bercerita pengalaman masing-masing kami dahulu ketika masih di bangku sekolah, betapa susahnya kami untuk menguasai HPU, kalau tidak salah begitu dahulu namanya, yaitu Himpunan Pengetahuan Umum. Pak Kardi bahkan bercerita bagaimana susahnya belajar Peta Buta dulu, ketika beliau masih sekolah, kata beliau tidak jarang gurunya dulu sampai menyulutkan rokok pada kulit siswa bila siswa tidak dapat menguasai peta Buta.
Pak Martias pun ikut bercerita seputar kurangnya akhlak anak-anak sekarang. Kami membahas segalanya dengan penuh minat dan saling beradu argumentasi seputar langkah-langkah terbaik yang sudah seharusnya di tanamkan ataupun diajarkan kepada para siswa, agar kelak mereka dapat memiliki julukan terpelajar atau seharusnya memang mereka benar-benar menjadi seorang yang terpelajar dalam makna yang sebenarnya.
Kasus pertama yang saya dapati adalah tentang Muatan lokal, seberapa pentingkah penanaman ajaran dan pendidikan dalam muatan lokal? Hal ini karena pernah saya bertemu dengan salah seorang Kepala Sekolah Dasar yang gampang saja menyatakan bahwa…”Ah…pelajaran bahasa Inggris khan hanya muatan lokal pak zul…” waktu itu saya sedang semangat-semangat nya menyodorkan beberapa teori dan rancangan pengajaran Bahasa Inggris kepada beliau. Saya bukan sedang sakit hati kepada apa kata Bapak kepala SD tersebut, tapi hati saya memang benar-benar menolak dan tidak terima bila ada seorang Kepala Sekolah yang gampang saja mengatakan hal tersebut. Sebagai seorang Kepala Sekolah yang sedang memimpin kegiatan belajar mengajar dalam suatu Lembaga Pendidikan (Sekolah), tentu tidak akan mungkin rasanya menyatakan hal tersebut secara gampang, apalagi terkesan meremehkan suatu pelajaran yang nota bene adalah hanya karena mata pelajaran dengan muatan lokal? Sekarang saya mau bertanya, pelajaran Bahasa Inggris memang masih muatan lokal bagi Sekolah Dasar, tetapi bagaimana nantinya, ketika SMP, SMA apalagi Kuliah? Kapan sih kita tidak bisa tidak harus menerima Pelajaran bahasa Inggris itu sebagai suatu mata Pelajaran yang hingga saat ini masih sangat-sangat ditakuti oleh kalangan banyak, bahkan sudah pula menjadi Media Komunikasi Dunia? Ok-ok.., saya juga tadi sudah katakan bahwa saya tidak sedang membela habis mata Pelajaran Bahasa Inggris, tapi saya sedang merasa prihatin saja terhadap sikap meremehkan mata pelajaran yang bersifat muatan lokal, dan ini tidak harus hanya mata Pelajaran Bahasa Inggris. Kita akan coba pinjam dan ulas berbagai cerita yang disampaikan oleh kedua Sahabat saya diatas tadi, tentang Peta Buta dan Akhlak atau Budi pekerti. Sekarang mari pula kita jabarkan secara logis berapa jumlah mata pelajaran yang terdapat dilembaga sekolah kita, mulai dari Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Hayat, Fisika, Sosiologi, Antropologi, Agama, Ketrampilan, Seni, Sains, Komputer, Olah raga, Praktek mesin, Tata buku, Akuntansi, Bahasa Inggris, dan lain-lain belum lagi yang Eskul seperti Pramuka dan PMR misalnya. Nah kita coba perbandingkan yang mana lebih banyak yang akan diujikan pada UAN nanti dan yang mana pula yang hanya merupakan muatan lokal namun sehari harinya harus dihadapi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Saya yakin kita semua bisa mahfum betapa hanya sedikit yang akan di UAN kan dan lebih banyak lagi yang muatan lokal yang harus ditemui anak-anak siswa dalam kehidupannya sehari-hari khususnya ya disekolah. Sekolah itu apa sih? Apakah Sekolah sekarang sudah berganti peran? Menjadi tempat yang tepat bagi anak-anak dalam persiapan menjelang UAN saja? Atau sudah kian akrab dan dibenarkan bagi kita semua bahwa yang penting Sekolah itu khan untuk bisa lulus Ujian saja dan dapat Ijazah, selesai? Wah….saya jadi semakin miris bila harus menerima fakta seperti ini…Apa donk maksud kita bersekolah dalam waktu yang cukup panjang ini mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan Lanjut? Apa artinya waktu yang panjang itu…..dan apa pula arti kebersamaan kita semua ini, sehingga anak-anak orang harus kita temani setiap dan sepanjang hari, Apa pula arti dari kegiatan masuk jam sekian, pulang jam sekian, upacara, tata tertib, bertemu dengan guru junior lalu yang senior dan apa kah kesemuanya itu yang selama ini adalah kegiatan Sekolah ?, untuk apa kita lakukan semua ini bila tidak untuk perbaikan faham dan memperluas wawasan agar kita dapat menjadi manusia yang terpelajar, bijaksana, sempurna badannya, kuat lagi sehat, tajam pikirannya, berbudi pekerti nan tinggi, agar berguna bagi orang tua masayarakat, agama dan bangsanya….(saya harus sedikit pinjam Mars PPTS, Tamansiswa nih….). Wah saya jadi terlihat emosional ya…hehehehe, tidak juga sih, saya hanya sedikit sewot saja bila kebersamaan kita para guru, pamong dan pemerhati pendidikan ini jadi tidak Chained atau berantai/ saling berkesinambungan. Saya hanya berkeinginan sekali bila kedua sahabat saya tadi akan senantiasa berkenan memotivasi semua guru-guru dalam menjalankan tugasnya secara professional, tidak perduli apakah mata pelajaran yang diajarkan mereka itu muatan lokal ataupun untuk sebuah pesta Akbar UAN, lengkap dengan memotivasi para karyawan TU, tukang sapu, tukang parkir dan satpam, kita semua ini adalah element-element penting bagi terselenggaranya dan berhasilnya Suatu lembaga Pendidikan ini dalam menjalankan tugasnya sebagaimana tercantum dalam teks Pembukaan UUD Dasar 1945, turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana kita yang element sekolah kita adalah yang paling tepat dan pertama kali seharusnya yang melaksanakan arahan Konstitusi bangsa kita ini bangsa Indonesia. Mari kita persiapkan anak-anak siswa kita semua dengan segala mata pelajaran dan pengetahuan serta ketrampilan yang merupakan rantai berkesinambungan dari setiap Satpel yang akan menjadi suatu kekuatan dahsyat sebagai motivator utama anak-anak kita dalam menghadapi UAN nantinya, kayak apapun bentuknya dan bagaimanapun tingkat kesulitannya, karena toh kita sudah senantisa mempersiapkan dan membekali anak-anak kita semua dengan berbagai mata pelajaran dengan muatan lokal yang sebenarnya justru merupakan penopang manakala nanti anak-anak kita harus menghadapi UAN yang untungnya hanya terdiri dari beberapa mata pelajaran utama saja…. Sekali lagi tidak ada maksud apa-apa selain “Melu handarbeni dateng sekolahipun para siswo kito sak lawas-lawasnyo…”*).
Well. Apapun Bahasanya, kalau kita ini semua manusia, tentu serupa arah dan tujuan nya pada kebaikan kehidupan yang berkepanjangan dan terus menerus… Bravo ar-Rachman, Selamat menghadapi UAN 2009.

*) rasa ikut serta memiliki terhadap sekolah para siswa kita selama-lamanya…Javanese, red.